A Letter
“ITS PARADISE and ITS WAR ZONE”
Arkjun Yudistira Pratama
 
London, England 09th April 2018
Hujan deras yang turun membangunkan seorang wanita berambut hitam dari tidurnya. Dengan sigap, ia beranjak dari kamarnya dan mulai merapikan diri. Ruangannya yang terlihat bagaikan sebuah istana membuatnya kelelahan membersihkan ruangannya sendiri. Dia tampaknya tinggal sendirian. Setelah semua yang bisa dilihat matanya tampak bersih, dia mulai turun dan menyiapkan sarapan.
Jam telah menunjukkan pukul 07.32, semuanya terlihat baik. Sarapan telah dihabiskannya, lalu ia dengan segelas teh panas yang digenggamnya berjalan menuju jendela, dilihatnya seorang tukang pos sedang menaruh sebuah surat kedalam kotak surat miliknya. Dia menatap tukang pos itu dan mulai bertanya-tanya dalam hatinya, siapa yang mengirimkannya surat? Dia dan rasa penasarannya mulai membuka pintu dan menghampiri kotak surat. Si tukang pos kemudian pergi, dia memanggil si tukang pos, tetapi tak ada respon. Si tukang pos berlalu begitu saja.
Ia membuka kotak suratnya, diambilnya surat tadi. Surat polos tanpa ada satupun kata yang tertancap di amplobnya. Dia membawa surat itu masuk. Dia masuk kedalam ruangannya dan menutup pintu, dibukanya surat tersebut. Sebuah surat dan sebuah gambar dengan dua remaja yang berpose manis. Seorang gadis dan anak laki-laki, gadis tersebut terlihat mirip dengannya, dan anak laki-laki itu? Dia menatap gambar itu cukup lama, dan akhirnya air matanya jatuh saat melihat gambar itu. Dibelakang foto tersebut tertulis “Hay, you remember this picture? I know you miss me.
Dia menangis, digenggamnya gambar itu dengan erat. Dia kemudian melihat surat yang terbawa bersama gambar itu dan membuka lipatan surat itu. Dia meraba surat tersebut dan menatap gaya tulisannya. Matanya masih dipenuhi air mata dan sebuah senyuman kecil terpampang dari bibirnya.
Dear Zia
Ini sudah beberapa tahun setelah kepergianku. Ini mungkin surat pertama yang datang dariku setelah sekian lama, setelah pertemuan kita yang terakhir kalinya. Kau masih menyimpan buku biru itu? Jangan khawatir, kupastikan padamu, aku akan berada dirumahmu kelak, hanya tunggu aku. Buku itu akan menemanimu sampai aku datang. Kau tahu, aku selalu merindukan masa itu. Masa dimana kita masih bisa saling menatap dan menyapa, masa dimana aku masih bisa mengagumimu lewat sebuah senyuman. Kau mungkin sudah mencapai semua keinginan masa kecilmu. Aku masih sangat ingat dengan semua mimpi yang pernah kau impikan, semua terlihat begitu nyata bagimu. Ya, dan aku hanya bisa mendoakanmu yang terbaik.
Kau tahu bahwa aku dahulu tidak punya mimpi, semua terlihat buram untuk kutatap. Bahkan cahaya matahari tak cukup kuat untuk membuatku bangun dari sebuah kegagalan. Aku terus bersembunyi dari kenyataan, aku tak mampu keluar dari keterpurukanku. Namun semua berubah ketika aku mulai mengenalmu.
Dalam surat ini aku hanya ingin menceritakanmu bagaimana aku terjatuh begitu dalam dihatimu. Mari kita mulai saat umurku 14 tahun, saat aku melihatmu bernyanyi diruangan itu. Menyanyikan sebuah lagu yang tidak pernah kudengar sebelumnya, kau dengan sebuah senyuman kecil yang kutatap membuatku memikirkanmu sepanjang hari. Kau selalu terbayang dalam mataku, aku ingin kau keluar dari pikiranku dan datang kedalam hidupku..
Bebarapa bulan berlalu, kita mulai akrab. Kau yang sering menyediri dengan buku diarymu mulai kudekati. Semakin lama, perasaan ini semakin besar padamu, hanya saja aku tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Sampai akhirnya, aku menyatakan perasaanku padamu dibelakang ruangan itu. Aku sangat ingat bagaimana aku bertingkah bodoh didepanmu. Aku sering tertawa sendiri saat mengingat hal itu, aku bahkan malu pada diriku sendiri. Kita akhirnya memulai sebuah hubungan, sebuah hubungan spesial bagi dua remaja yang sedang dimabuk asmara. Dunia bergerak lambat rasanya saat kau dan aku mulai bersama. Kita melakukan banyak hal, bahkan terkadang berlebihan. Hingga pada suatu waktu, kita berakhir karena kau menuduhku berhubungan dengan orang lain. Entah siapa dia, dia mengirimiku banyak pesan dan merendahkan dirimu. Aku sangat marah saat itu. Kau seolah berubah saat itu, tatapanmu menjadi dingin padaku, kita mulai jarang bicara.
Hari berlalu dengan cepat, tak kusadari, kau mulai sering tersenyum lagi padaku, dan aku merasa ini adalah sebuah pertanda baik, karena jujur saat itu aku belum bisa melupakanmu. Suatu hari, kau mengirimiku sebuah surat panjang yang membuatku merasa dipermainkan. Kau mengakuinya, ternyata wanita itu adalah dirimu sendiri. Wanita yang mengirimiku banyak pesan itu adalah dirimu sendiri. Aku hanya menangis, kau dengan mudahnya membuatku menjadi seperti itu.
Namun, tak apa. Bagiku itu adalah masa lalu, dan itu membuktikan padaku bahwa aku masih sangat mencintaimu. Kau ingat, bagaimana kita kembali bersama setelah cobaan pertama ini diberikan Tuhan? Ajaib rasanya, cobaan pertama ini memang cukup sulit untuk dilalui. Tapi kau pasti mengingat bagaimana cobaan kedua diberikan kepada kita. Cobaan yang hampir membuat kita berpisah. Hari itu tanggal 05 Desember, aku berkunjung kerumahmu untuk memastikan kau baik saja. Kita berbincang untuk beberapa saat, kita memulai perbincangan dengan baik. Namun semakin lama, perbincangan kita semakin memanas. Kau mengembalikan cincin yang pernah kuberikan padamu. Kau kembali memberiku tatapan yang menyakitkan itu. Kau tahu, itu sakit, kau seperti mengusirku. Tak ada yang lebih menyakitkan bagiku selain itu.
Aku berjalan keluar dari rumahmu seperti seolah pecundang, kau melukai ku, sangat-sangat melukai ku. Sejak itu, aku mulai tidak bicara denganmu, aku mulai medekati gadis lain hanya untuk membuatmu merasa cemburu. Akan tetapi, kau bahkan terlihat tidak perduli. Ini membuatku semakin frustasi, bahkan kau mulai dekat orang lain. Hanya buku biru itu yang tahu bagaimana aku mencintaimu, semua kutulis dalam buku itu. Tawa, tangis, susah, senang, keras dan lembutnya aku mencintaimu.
Buku itu adalah aku. Semua perasaanku kutumpahkan dalam buku itu dan kau akhirnya membacanya. Kau akhirnya tahu bahwa aku masih mencintaimu. Dan ujian kedua yang diberikan Tuhan telah berakhir.
Kini, tunggu aku, semua yang kita impikan dahulu akan segera terwujud. Ini adalah surga dan ini adalah medan perang. Apapun bisa terjadi, kau harus bersabar, kau mengerti? Akan ada masa dimana kita akan memiliki rumah kita sendiri, tinggal di lingkungan yang kau sukai, membuat kesal para tetangga, memiliki tempat dimana kita merasakan kesedihan, tempat untuk melenyapkan ketakutanmu, aku ingin mendekapmu, malam nanti, dan selamanya. Aku ingin terbangun disisimu.
Aku mencintaimu, kau tahu itu.

Lots of Love
Apple



Setelah membaca surat itu, dia menangis dengan keras. Gambar itu tetap digenggamnya, surat yang dibacanya tadi dipeluk dengan erat. Seolah surat itu adalah sebuah surat dari seseorang yang berharga baginya
Beberapa hari berlalu, dia melakukan aktivitas seperti biasa, namun hari ini terlihat berbeda. setelah menghabiskan sarapannya, dia dikagetkan dengan suara bel yang berbunyi. Dia menghampiri pintu dan membukanya, tampak seorang laki-laki berperawakan tinggi dan putih yang sepertinya menekan bel rumahnya.
“Excuse me, who are you?” tanya wanita itu
“Aku Berlin, adik Apple. Kau tidak ingat aku kak?” Cetus si pria itu.
“Berlin? Itu kamu? Ayo masuk.”
Laki-laki itu masuk kedalam rumah dan duduk.
“Kau sudah menerima suratnya?” tanya pria tersebut.
“Surat? Oh, iya. Aku sudah menerimanya beberapa hari yang lalu.”
“Maaf aku baru bisa mengirimnya beberapa waktu yang lalu.”
“Maksudmu?”
“Ya, surat itu sebenarnya surat yang cukup lama. Sudah setahun yang lalu.”
“Maksudmu? Lalu kenapa surat itu baru sampai kemarin?”
“Aku menyembunyikannya.”
“Kenapa? Aku tidak mengerti ada apa ini. Sebenarnya ada apa?”
“Kau harus bersabar mendengar ini, sebenarnya... Apple telah wafat setahun yang lalu, surat itu dia tuliskan untukmu saat dia berada dirumah sakit. Walau kondisinya saat itu sedang sekarat, dia masih memaksakan diri untuk menulis surat itu sendiri.”
“Apa yang kau katakan Lin? Jangan bercanda, Apple tidak mungkin! Dia tidak pernah terlihat sakit, biasanya dia hanya sakit demam. Jangan buat aku semakin khawatir Lin.”
“Maafkan aku kak, inilah kenyataannya. Apple menyembunyikan semuanya darimu agar kau tak perlu mengkhawatirkannya. Penyakitnya itu telah menjangkitinya saat dia masih remaja, lebih tepatnya saat kalian saling mengenal.”
Air mata mulai tumpah dari perempuan itu, dia dengan bibirnya yang bergetar terus berkata “All Iz Well, tidak mungkin, tidak mungkin..” dia menatap laki-laki itu dan  memegang tangannya.
“Berlin, kumohon jangan bohongi aku, jangan bercanda. Apple tidak mungkin mati. Apple tidak mungkin mati...” semakin lama suaranya semakin keras, “Apple tidak mungkin mati, dia tidak mungkin meninggalkanku, dia sudah berjanji padaku. Berlin... jawab aku, kau bercanda kan? Berlin jawab aku, Apple tidak mungkin mati, dia tidak mungkin meninggalkanku. Apple? Dimana kau? Jangan ingkari janjimu. Jangan tinggalkan aku, kumohon...”
Tangisan memenuhi wajah wanita itu, laki-laki itu hanya terlihat merunduk dan terdiam. Hanya tangisan wanita itu yang memenuhi suara ruangan. Dia mengingat dengan jelas bagaimana pria yang dicintainya itu memberikan sebuah buku biru saat kelulusan mereka dan berjanji akan mendatangi rumah wanita tersebut. Janji yang mereka buat untuk saling memiliki dan menjaga. Mungkin inilah maksud dari surat tersebut. Ini adalah surga dan ini adalah medan perang. Semua bisa terjadi.
\

The End
Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT)
30 Tahun SMA Negeri 1 Kajuara


Bergulirnya waktu tampa terasa, kini usiamu mencapai puluhan tahun. Masih melekat dalam sanu bari ini, masa-masa paling indah ketika mengeyam pendidika sekolah tercinta ini, SMA Negeri 1 Kajuara. Namamu kini mengetarkan seantero jagad ini, dengan karya nyata dari setiap langka bagi siap saja yang pernah mengenalmu, mereka bangga pernah menjadi bagian dari Keluarga besar SMA Negeri 1 Kajuara.
Inilah SMA Negeri 1 Kajuara, saat ini berdiri kokoh di puncak Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone, terlahir dari sebuah perjalanan panjang. 30 tahun yang lalu, tepatnya 22 November 1985. Sekolah ini resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan dengan SK pendirian sekolah Nomor: 601/O/1985 tanggal 22 November 1985.
SMA Negeri 1 Kajuara yang dirintis sejak tahun 1980. Berdiri diatas lahan dengan kondisi gedung yang sifatnya darurat dan merupakan kelas jauh dari SMA Negeri 277 Sinjai (SMA Negeri 1 Sinjai Utara saat ini). Angkatan pertama dimulai pada tahun 1980.
Seiring dengan perjalanan waktu, SMA Negeri 1 Kajuara mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Sekolah ini telah dipimpin lima kepala sekolah yaitu: kepala sekolah pertama (Alm) Drs. Mappeasse Daeng Mattutu (1985 – 1991). Dilanjutkan oleh Drs Abdul Haris Massiara (1991 – 1998), (Alm) Abdul Kadir Lannai (1998 – 2004). Drs. H. Husain, M.Pd (2004 - 2015). Andi Muhammad Tahir, S.Pd (2015 - sekarang).
“Dulu SMA Negeri 1 Kajuara pertama kali berdiri di Pasar lama Bojo dengan memakai luas pasar dan sangat miris sekali jika dilihat, bahkan jauh dari standar sekolah yang memadai. Bahkan pada tahun 1981 saya sendiri sempat sekolah di dekat tower (di belakang MTs Bojo Kajuara saat ini) dengan gedung yang sangat sederhana tampa lantai. Dinding kelas terbuat dari papan yang lapuk” kenang Drs. H. Husain, M.Pd. mantan Kepala SMA 1 Kajuara.
Kemudian, oleh Ketua Komite pada waktu itu bersama Kepala Desa Andi Muhammad Said dan sesepuh pendidikan Kecamatan kajuara sepakat untuk mendirikan SMA Negeri 1 Kajuara diatas lahan yang berupa gunung-gunug tepatnya di atas bukit Pala’e. Pada waktu itu didirikanlah bangunan semi permanen sebanyak tiga ruang kelas. Lokasi bangunan pertama tersebut, saat ini ditempati kelas XI IPS 2, XI IPS 3 dan X1.
Hingga saat ini SMA Negeri 1 Kajuara dibawah kepemimpinan Andi Muhammad Tahir, S.Pd mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Sejak ia menahkodai sekolah ini, jumlah siswa SMA Negeri 1 Kajuara di Tahun Pelajaran 2015/2016 mencapai 800-an siswa.
Dari perkembangan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Kajuara juga mengalami perkembangan. Pembangunan gedung dan sarana lainnya selalu digiatkan pembangunannya, SMA Negeri 1 Kajuara selalu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan Kabupaten Bone. selain itu juga mendapat bantuan dana swakelola dari masyarakat.

Hal ini disebabkan tingginya animo masyarakat Kecamatan Kajuara untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri 1 Kajuara ini. Terbukti dari tahun ke tahun perkembangan jumlah siswa SMA Negeri 1 Kajuara selalu mengalami peningkatan. Selain peningkatan kuantitas jumlah siswanya, juga diiringi dengan peningkatan kwalitas alumni yang diluluskannya.
Terbukti dengan banyaknya alumni SMA Negeri 1 Kajuara yang lulus diberbagai Perguruan Tinggi Negeri. Alumni SMA 1 Kajuara juga banyak yang lulus di Sekolah Ilmu Pemerintahan di fakultas-fakultas pavorit di tanah air. Pada tahun Pelajaran 2014/2015 lalu, jumlah alumninya yang lulus bebas tes sebanyak 39 siswa.
Selain itu, sejak berdirinya sekolah ini beberapa alumni SMA Negeri 1 Kajuara telah berhasil diterima diberbagai perguruan tinggi ternama di tanah air, seperti DR. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM (Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kajuara, saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI) yang lulus di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur bebas tes dan beberapa alumni lainnya.   
Saat ini masyarakat Kajuara dan di luar Kecamatan Kajuara telah mempercayakan SMA Negeri 1 Kajuara sebagai tempat untuk menyekolahkan anak-anaknya, hal ini disebabkan karena tingkat kedisiplinan, manajemen sekolah dan sarana dan prasarana yang dimilki oleh SMA Negeri 1 Kajuara sudah memadai, sudah lebih dari cukup.
Saat ini SMA Negeri 1 Kajuara sudah memiliki gedung yang permanen dengan ruang kelas kurang lebih 25 ruang kelas yang dilengkapi dengan CCTV, ruang Laboratorium IPA 3 ruangan, laboratorium komputer, perpustakaan, mushollah, lapangan-lapangan olahraga.
Dulu pada tahun 1980-an sarana dan prasarana sekolah itu belum ada, sehingga siswa yang ingin memilih jurusan IPA harus pindah ke SMA induk di SMA Negeri 277 Sinjai. Kini seiring dengan perkembngan zaman, SMA Negeri 1 Kajuara senantiasa berbenah, terutama delapan standar oprasional pendidikan, sehingga saat SMA Negeri 1 Kajuara telah mendapatkan Akreditasi A plus.

Akhirnya kami dari keluarga besar SMA Negeri 1 Kajuara mengucapkan selamat hari jadi SMA Negeri 1 Kajuara yang ke-30. Jayalah sekolahku, Jayalah Negeriku…  (Tim SM)




Peringati 30 Tahun HUT SMA Negeri 1 Kajuara Kabupaten Bone

EKSKUL JURNALISTIK GELAR LOMBA CERPEN
SMANKA Magazine—Dalam rangka memperingati Hari lahir SMA Negeri 1 Kajuara yang ke- 30 tahun yang jatuh pada 22 November 2015. Ekstrakurikuler Jurnalistik SMA Negeri 1 Kajuara menggelar lomba penulisan cerpen yang bertemakan “Sepenggal Cerita Cinta di Sekolah”.
Zamzakiah Ammah Ketua Jurnalistik SMA Negeri 1 Kajuara menjelaskan kegiatan lomba penulisan cerpen ini mulai digelar 20 sampai 26 November 2015. Pemberian hadiah bagi para juara akan digelar pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun SMA Negeri 1 Kajuara pada 27 November 2015 mendatang.
Panitia telah menyiapakan hadiah berupa tropy dan piagam penghargaan bagi peserta terbaik 1, terbaik 2 dan terbaik 3. Sedangkan untuk peserta pavorit akan diberikan hadiah berupa bingkisan menarik dan piagam penghargaan dari panitia. 

Adapun persyartan bagi peserta yang ingin mengirimkan karyanya dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :

1. Berstatus siswa SMA Negeri 1 Kajuara 2. Naskah cerpen minimal dua halaman 3. Peseta hanya boleh mengirim satu naskah 4. Karya adalah karya asli bukan hasil ciplakan 5. Sertakan biodata lengkap dan sertakan nomor kontak, alamat akun FB dan Email (halaman terpisah dengan naskah)
Contak person : 085145124496 ( Ketua Ekskul)
kegiatan lomba cerpen ini diharapkan akan menumbuhkan rasa kencintaan terhadap sekolah ini. Selain itu juga dalam rangka menumbuhkan semangat siswa dalam berkarya khususnya dalam dunia tulis menulis. (Tim Redaksi SM)
OSIS SMA 1 Kajuara Gelar LDK

Peserta LDK OSIS SMA Negeri 1 Kajuara
SMANKA Magazine - Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Kajuara menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang berlangsung selama dua hari Sabtu – Ahad, 14 – 15 November 2015. LDK ini diikuti sekitar 30 siswa SMA Negeri 1 Kajuara, yang mengambil tema “ Generasi Muda Sebagai agen Perubahan”
 Kepala SMA Negeri 1 Kajuara Andi Muhammad Tahir, S.Pd didampingi Pembina OSIS SMA Negeri 1 Kajuara Amiruddin, S.Pd. saat membuka acara ini menyampaikan bahwa materi yang didapatkan dalam LDK ini merupakan ilmu yang tidak didapatkan dalam proses pembelajar di kelas.
Oleh karna itu Andi Muhammad Tahir, S.Pd menghimbau kepada para siswa agar mengikuti kegiatan LDK ini dengan baik, karena hal ini menjadi bekal bagi mereka untuk kehidupan yang akan datang, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara      

Suasana saat penerimaan materi
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kajuara Yusril Firdaus kepada SMANKA Magazine menjelaskan kegiatan LDK ini merupakan salah satu program kerja OSIS SMA Negeri  1 Kajuara Tahun Pelajaran 2015/2016. Peserta dalam kegiatan ini merupakan perwakilan dari masing-masing ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini, seperti PMR, Pramuka, Rohis, Artistik, Jurnalistik dan PKS. Selain itu juga diikuti dari perwakilan masing-masing kelas.
Kegiatan ini juga menjadi syarat utama untuk menjadi pengurus OSIS pada kepengurusan yang akan datang.

Adapun beberapa materi yang diberikan diantaranya dasar-dasar kepemimpinan, keorganisasian, admistrasi dan persutaran, tekhnik persidangan dan lain-lain. Selaian itu untuk melatih jiwa kepemimpinan bagi peserta, juga digelar out bond yang laksnakan di sekitar kampus SMA Negeri 1 Kajuara. (SM).

GONCANGKAN DUNIA DENGAN PENAMU
(Catatan Kaki untuk Majunya SMANKA Magazine)


(Takdir Kahara, S.Pd, M.Pd)
Bangga dengan kreativitas SMANKA Magazine. Adalah rindu yang tak berbatas, adalah senyuman yang selalu dinanti, adalah cinta yang selalu dipeluk.
Tidak ada orang hebat terlahir dengan kehebatan yang utuh. Ia berproses, ia merangkak, ia tertatih-tatih. Tapi saya percaya, SMANKA Magazine adalah embrio cinta yang selalu dinanti dan dirindukan. Selalu jadi inovator, inspirator, dan motivator terbaik dalam menulis.
Tapi ingat, dibalik kemegahan karya-karya yang kudus dan obsesif dari anak-anak jurnalistik, tidak lepas dari sentungan tangan-tangan dingin pembina atau guru yang dituigaskan sekolah mengembangkan dan menghidupkan terbitan siswa dam bingkai jurnalistik. Pembina atau guru adalah pemberi nafas, bak air yang selalu dibutuhkan ditengah kehausan. Belajarlah pada gurumu dengan ilmu jurnalistiknya, karena bisa jadi akan mengantarkan dirimu menjadi orang hebat dan mampu menggenggam dunia dengan mimpi indahmu.
Sebagai alumni SMA Negeri 1 Kajuara di tahun 1995, saya bangga dengan adanya SMANKA Magazine. Sekadar berbagi pengalaman, saat ini kami juga membina Ekskul Jurnalistik, sejak 2006-sekarang di SMAN 277 Sinjai atau SMA Negeri 1 Sinjai. Awal mulanya kurang berterima, tapi semangat anggota jurnalistik yang saya bina, bak bara api yang terus menyala. Akhirnya, sampai detik ini masih tetap bernafas dengan karya-karya jurnalistik seperti Buletin Siswa, Majalah Dinding, Fotografi Jurnalistik, dan pengelolaan media online.
Kegiatan lain yang selalu dinanti siswa adalah Lomba JHP (Jounalist Hyperlink Powerpoint) yaitu selayang pandang dan aktivity serta kegiatan jurnalistik kelas oleh masing-masing kelas yang dikemas dalam desain cantik di powerpoint dengan perpaduan music.
Setiap tahun ajaran baru, selalu diburu dan disesaki pendaftar anggota baru. Kisaran 60-an yang mendaftar, namun seleksi yang cukup ketat, akhirnya yang dterima hanya 30-40. (itu baru kelas X), belum masuk pengurus jurnalistik dan anggota lama yang berkisar 70-an.
Saya berharap, saya yakin, dan saya percaya, SMANKA MAGAZINE akan jauh lebih maju, jauh lebih berkembang, dengan liputan-liputan menarik dan dinanti selalu. Ingat, jika mulutmu di bungkam, maka penamu yang bicara.
Majulah SMA Negeri 1 Kajuara dan saya juga tunggu karya-karya jurnalistik SMANKA Magazine di Ekskul Jurnalistik SMAN 1 Sinjai.
 (Takdir Kahar, S.Pd., M.Pd.-Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Sinjai Utara/ Alumni SDN Inpres 6/75 Buareng-SMPN 1 Kajuara-SMAN 1 Kajuara-S1 dan S2 UNM-PPsUNM)

PELASTIK SMA NEGERI 1 KAJUARA


SMANKA Magazine— SMA Negeri 1 Kajuara dibawah kepemimpinan Andi Muhammad Tahir, S.Pd. kembali menggiatkan pembinaan ekskul kepada siswanya. Kali ini siswa-siswi SMA Negeri 1 Kajuara yang tergabung dalam ekskul Jurnalistik mengikuti Pelatihan Jurnalistik (Pelastik) yang berlangsung selama dua hari Sabtu- Ahad, 10-11 Oktober 2015.
Pelatiha jurnalistik ini dibuka secara resmi oleh Amiruddin, S.Pd Waksek Humas sekaligus Pembina OSIS SMA Negeri 1 Kajuara. Turut hadir sejumlah pembina ekskul Jurnalistik seperti Ahmad Kamal, S.Pd, Muhammad Akiel, S.Pd, Amirullah, S.Pd dan Julfiadi, S.Pd.I.

Dalam sambutannya, saat membuka pelatihan ini, Amiruddin, S.Pd mewakili pimpinan SMA Negeri 1 Kajuara sangat mengapresiasi kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini. Ia menilai kegiatan Ekskul Jurnalistik di Kabupaten Bone masih sangat sedikit. Padahal ekskul Jurnalistik merupakan wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam dunia tulis menulis.Ia juga menilai keberadaan Ekskul Jurnalistik di SMA Negeri 1 Kajuara ini, cukup mengangkat nama baik sekolah ini. Pasalnya sebelum terbentuk Ekskul ini, para perintisnya sudah mampu menerbitkan Majallah “SMANKA Magazine” yang telah dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. H. Rosalim Hab, S.Sos, MSi pada 19 Mei 2015 lalu.
Olehnya itu ia berharap kepada peserta Pelatihan Jurnalistik ini agar betul-betul mengikuti kegatan ini dengan baik dan mendapatkan banyak pelajaraan berharga, terutama dalam dunia Jurnalistik. Karena ia menilai keberadaan Jurnalistik merupakan bagian dari kehidupan dewasa ini.
Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah Saenal Abidin Ketua Relawan TIK Sulsel sekaligus pendiri Sinjai TV, ia juga pernah menjabat sebagai kepala sub biro harian Fajar Sinjai, wartawan Insan TV Makassar. Indosiar selama empat tahun dan terakhir mendirikan media online Sinjai Info.
selain itu pemateri lainnya Muhammad Akiel, S.Pd Penulis buku “Sukses Siapa Takut”, Julfiadi Wartawan harian Tribun Bone dan Nurlindah Pimpinan Redaksi Smanka Magazine. Beberapa materi yang diberikan diantaranya dasar-dasar Jurnalistik, motivasi menulis, tekhnik penulisan berita, cerpen dan lain-lain. Peserta juga langsung melakukan praktek menulis baiak menulis berita, cerpen maupun artikel.(Jul)

Selamat datang di SMANKA Magazine Blog